Proporsi. Apa itu proporsi? Dari kecil ilmu ini sudah diajarkan minimal oleh orang tua. Mungkin anda dulu pernah ingat, ketika mengambil makan sendiri tanpa bantuan orang tua, orang tua anda mungkin mengingatkan, "jangan ambil kebanyakan, nanti mubadzir" atau "kok nasinya sedikit banget? kok lauknya yang dibanyak'in?". Sejak kecil sebenarnya kita diajarkan dan secara tersirat sudah mempelajari ilmu bernama proporsi ini. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Indrawan, 2000, p.409) proporsi adalah keseimbangan. Jadi ungkapan yang di depan tadi, "Wah, orang itu tinggi badan dan berat badannya proporsional" berarti antara tinggi badan dan berat badan seimbang. [1]
Apa maksudnya belajarlah tentang proporsi yang dikemukakan sahabatku ini?Aku kasih contoh soal :D.
Contoh kasus, anda adalah seorang koordinator laboratorium di tempat kuliah anda. Tempat laboratorium anda adalah laboratorium khusus pengerja tugas akhir (TAers) dimana para mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas akhir, bisa meminjam fasilitas berupa komputer dan lain - lain di laboratorium anda. Tentunya TAers tersebut meminta ijin anda untuk bisa meminjam 1 atau lebih komputer di laboratorium anda.
Di laboratorium anda ada pengurus yang jumlahnya tidak sedikit dan mereka adalah junior - junior anda di kampus. Mahasiswa memiliki tugas utama, salah satu dan yang terpenting adalah belajar. Fasilitas di laboratorium adalah fasilitas untuk pembelajaran. Fungsi utama sebuah laboratorium di level universitas adalah mencetak riset - riset mahasiswa yang berguna untuk masyarakat sekitar.
Masalah terjadi ketika ada laporan dari mahasiswa TAers di laboratorium anda yang terganggu dengan suara - suara dari pengurus yang notabene bisa dibilang "berisik" karena mereka sedang meriset sesuatu mulai dari kuliahnya dan pengetahuan di luar mata kuliahnya. Bagaimana sikap yang harus anda lakukan selaku koordinator laboratorium anda?
Mengusir dan/atau memberhentikan segala kegiatan pelaku keramaian dengan paksa walaupun alasan mereka ramai itu baik untuk lingkungan sekitar?
atau,
Disinilah bergunanya kata bernama proporsi itu tadi. Contoh kasus diatas adalah contoh kasus yang terjadi pada laboratoriumku tempat dimana aku menjadi koordinator di dalamnya. Masing masing pihak memiliki bagian - bagian yang harus dipenuhi. Memang fungsi utama laboratorium tempatku tersebut adalah pemberi fasilitas bagi TA, tetapi jangan lupa, mahasiswa "dibayar" oleh rakyat dan selayaknya seorang mahasiswa sadar, ada hak - hak masyarakat yang harus dibagi dan dikembalikan (it's not about money, it's about knowledge) dalam bentuk yang riil bagi masyarakat sekitar, contohnya paper atau jurnal.Tidak menghiraukan omongan mahasiswa TAers karena mereka cuma sementara di laboratorium dan juga mereka mengerjakan tugas akhirnya lebih banyak"hanya" untuk syarat kelulusan sementara riset itu lebih berguna daripada tugas akhir mereka?
Proporsi, itulah kunci jawaban diatas. Sepanjang perjalanan hidup, ilmu keproporsian akan terus berubah. Bahkan dalam agama sering disebutkan, "kejarlah akhirat tapi jangan engkau lupa bagianmu di dunia". Membagi secara adil, bukan berarti harus sama rata. Untuk contoh kasus diatas, harus disadari terutama koordinator laboratorium tersebut bahwa mengejar riset bukan berarti tidak mengindahkan kaidah kaidah normatif yang ada. Dan mengerjakan tugas akhir, bukan berarti tidak menghargai periset. Misal anda bertanya, "terus jawaban dari permasalahan tadi apa?", aku akan menjawab, "andalah lebih tahu dari yang anda tanya". Setiap manusia memahami proporsi berbeda - beda tergantung ilmu dan perspektif yang dia punya. Masalah yang sama tahun lalu, bisa memiliki solusi yang berbeda kalau anda pikirkan saat ini. Dan memang, ilmu mulai dari ilmu agama sampai ilmu dunia adalah kunci utama untuk bisa menentukan proporsi yang pas. Jadi kesimpulannya, hati - hati dalam menentukan proporsi, kalau memang anda tidak ingin memberikan proporsi yang salah pada suatu permasalahan, maka belajarlah.
[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Proporsi
~Membagi secara adil, bukan berarti harus sama rata.~
proporsi terbaik adalah bersikap objektif. :)
BalasHapusndak ada sikap yang bener2 objektif, pastinya masih ada sisi subjektif, makanya pelajaran proporsi ini penting
BalasHapusiya bener...
BalasHapus