Rabu, 01 September 2010

Bedanya Dimana?

Pada hari Rabu, tanggal 04 Februari 2009, Jawa Pos menulis tentang :

[ Rabu, 04 Februari 2009 ]
Laptop Cuma Rp 120 Ribu
NEW DELHI - Demi memuluskan target revolusi pendidikan, India siap meluncurkan laptop mini termurah di dunia. Hanya dengan INR 500 (sekitar Rp 120 ribu), warga bisa membawa pulang laptop mini berfitur hampir sama dengan yang seharga jutaan rupiah.

Prototipe laptop mini yang hanya memakan listrik dua watt, kapasitas Ram 2 Gb, dan sudah terkoneksi dengan fasilitas wi-fi atau internet nirkabel itu diluncurkan kemarin (3/2). Pemerintah Negeri Bombay berjanji maksimal enam bulan ke depan laptop tersebut selesai diproduksi masal dan sudah tersedia di pasaran.

''Bagi orang tua yang ingin memberi anaknya hadiah, mereka bisa dengan mudah membeli barang ini,'' tutur Menteri Pendidikan Tinggi India R.P. Agrawal seperti dilansir Independent.

Sejak dua tahun belakangan, pemerintah India menggaungkan perpanjangan proyek One Laptop Per Child (OLPC) dari Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat. Yaitu, program yang berusaha menghadirkan laptop murah bagi anak-anak di negara berkembang.

Dengan teknologi dan sumber daya memadai, proyek laptop murah kreasi empat institusi teknik India, Vellore Institute of Technology, Indian Institute of Science di Bangalor, Indian Institute of Technology di Madras, dan Semiconductor Complex, itu diharapkan berhasil meng-online-kan sekitar 20 ribu sekolah dan 400 perguruan tinggi seantero India. Namun, dalam peluncuran prototipe kemarin, India menolak membeber secara detail proses produksi laptop tersebut.

''Serangkaian uji coba masih dilakukan untuk memastikan teknologi ini bekerja dengan baik," ujar Agrawal. Proyek laptop bernama Sakshat atau ''di depan mata" itu adalah bagian megaproyek misi pendidikan nasional India. Cukup bermodal laptop, siswa dan mahasiswa dapat mengakses segala pelajaran dan mata kuliah dengan sistem e-learning. (ape/ami)

Jadi aku sekilas sok berpikir, Indonesia dan India adalah dua negara sama - sama tinggi angka korupsinya, dan sama - sama negara yang sebagian besar penduduknya adalah rakyat kelas bawah miskin, dan juga sama - sama sebagian dari rakyatnya masih menganut aliran animisme dan dinamisme (no offense with this :D ), juga sama - sama ada pemberontakan, dan pula sama - sama seringkali memulai pergerakan karena adanya keperluan politis. Pertanyaannya adalah apa yang membuat kita dengan mereka berbeda?

Jawabannya menurutku (dan sahabat setelah diskusi cukup panjang dan mengasyikkan), kita (Indonesia) dan mereka (India) memiliki perbedaan dalam hal berusaha, yaitu :
1. kalau mereka, berusaha untuk "lebih" pintar.
2. kalau kita, berusaha untuk "kelihatan" pintar.

Sebut sajalah orang - orang di Indonesia yang karena (baca : menganggap dirinya) pintar, orang - orang tersebut langsung mengaku bisa melakukan sesuatu yang bukan jadi keahliannya (bahkan sampai diundang untuk seminar tentang bidang yang bukan keahliannya tersebut). Haqul yaqin, seluruh jari (tangan dan kaki) kita tidak akan cukup menghitungnya. Contohnya, ada om R** Sukro, ada om Ahm*d D*n*, ada ibu tercinta M*g*w*ti putrinya salah satu pemimpin bangsa Indonesia, dan bahkan sampai ustad - ustad tercinta yang sebutannya biasanya ustad gaul (gaul banget, aku sampai kalah gaul). Hanya karena mereka merasa punya kemampuan lebih dari orang - orang awam (orang- orang awam siapa juga aku ndak tahu :D...aku ikut jadi orang awam ah), mereka ingin semua perkataannya di-gugu.

Indonesia, oh Indonesia, sampai kapan?. Semoga negara tercintaku bisa bangkit dan tidak semakin terpuruk gara - gara orang - orang yang berusaha (baca : untuk kelihatan pintar) ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar